Jumat, 08 November 2013

Kenapa seseorang gamers menjadi hode?




Hode adalah seorang player laki-laki yang membuat karakter perempuan atau pun juga sebalik nya
Gw disini pengen bahas masalah kecil dalam dunia game
faktor seseorang menjadi hode

1. Hode karena terpaksa
hanya beberapa game saja yg membuat sistem ini, karena banyaknya gamers di kalangan laki-laki
job priest saya sebagian game hanya bisa dibuat gender wanta saja.

2. Hode karena ingin hadiah/event dalam game
faktor disini disebabkan oleh hadiah pastinya contoh kecil nya saja hadiah dari sekian ratus hari berpacaran atau game yang di buat bisa wedding proposal
semakin lama hubungan itu masih terus berlanjut maka akan diberikan hadiah dari GM dalam bentuk yang bervariasi

3. Hode karena ingin saja, ngerjain orang, dendam pribadi, ingin banyak teman, dll
- hode sebab ini sepertinya paling banyak terjadi di kalangan remaja dan hampir semua game  online. Kalau sekedar ingin saja mungkin sah-sah saja (biasanya sekedar ingin beda dari tmn nya.

-  hode karena ngerjain temen
biasa nya hanya sekedar buat mata2 dan kebanyakan dibuat hanya level kecil. Keseringan nya buat ledekin tmn yg lagi galau karena patah hati hahahaha....

-  hode karena dendam pribadi
kejadian ini terjadi paling tidak karena seseorang itu di tipu oleh player lain (biasanya orang penjual). Jadi setelah di tipu player itu memakai car kecil yg pasti pake char wanita dengan nick yang aga-aga imut agar saat melakukan whipsper di balas

- hode karena ingin punya banyak teman
yang ini juga problem player yang g punya tmn biasa nya sih orang ini anak mami, lingkungan nya sendiri pun g ada yang main game. Udah car kecil, barang bagus g punya. Hanya sekedar modal ramah agar ngobrol sama yg level gede di ladenin. Karena banyak nya gamers level gede berwatak sombong (maap klo ada yang tersinggung).

Sekilas ulasan problem kenapa orang menjadi hode, kalau di bahas lagi mungkin masih banyak ya yang bisa di bahas
Mohon maaf bila ada kekurangan kata atau salah kata
thanks ......

Kisah seorang anak pelajar bermain game online



         

            Ketika itu aku masih sekolah dasar (SD) kelas 6. Mungkin akibat sering bermain dengan teman sekomplek ku yang lebih tua. Suatu ketika salah satu dari mereka mengajak aku ke sebuah warnet di dekat rumah ku awalnya hanya sekedar duduk. Suatu hari kemudian karena penasaran apa itu sosial network akhirnya aku pun ikut membuat nya.
Tidak lama kemudian tanpa di sadari ternyata banyak teman sekelas ku banyak yg memiliki nya, ya mngkin jaman saat itu sudah hebohnya sosial network. Saat aku mulai sekolah menengah pertama (smp) kelas 1 mengajak ku ke warnet, dalam benak ku hanya sekedar online saja tetapi dia mengajak ku untuk bermain game online yg sedang gencar-gencar nya promosi. Kembali lagi dari awal sih dari penasaran lama-lama ketagihan.
Flashback nya waktu itu saya sedang browsing tugas di sebuah warnet dekat rumah. Setelah dia menjelaskan apa itu "Seal Online" lalu saya mengikuti permain tersebut dan minta teman saya mendaftarkan permain tersebut. Sebulan setelah close beta seal kalau tidak salah tahun 2006 pertengahan aku pun membuat Id. 
Karena salah satu teman saya sedang gemar bermain seal onlie, Dan saya memulai dunia Seal dengan membuat sebuah karakter Warrior dengan Nick nama mobil hehehe... dan bergabung bersama-sama Guild ternama bernama Barrack yg sedang berjaya sejak 1 bulan close beta Seal. Saya pun meminta modal bersama teman-teman 1 warnet saya
Atlas = warrior (wakil waktu itu)
Grandgod = knight (ketua)
dan cleric lain nya(lupa nick)
disaat saya lv 80, saya merasa exp game ini terasa berat(jarang orang punya barang XG, kan beli mahal ^_^
dan beralih game-game lain untuk mengatasi kebosanan saya di kala sepi nya waktu hunting atau sedang maintenance.
Ini hanya sekedar sedikit dari cerita pengalaman pribadi hehehe
keep spirit for gamers indonesia

Selasa, 11 Juni 2013

Pengertian Salah Nalar


Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence).
Macam macam penalaran
A. Penalaran Induktif,
yaitu adalah proses berpikir untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku umum berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat khusus.
Macam-Macam Silogisme di dalam Penalaran Induktif:
Di dalam penalaran induktif terdapat tiga bentuk penalaran induktif, yaitu generalisasi, analogi dan hubungan kausal.
1. Generalisasi
Proses penalaran yang mengandalkan beberapa pernyataan yang mempunyai sifat tertentu untuk mendapatkan simpulan yang bersifat umum.
Contoh generalisasi :
Jika ada udara, manusia akan hidup.
Jika ada udara, hewan akan hidup.
Jika ada udara, tumbuhan akan hidup.
Jadi, jika ada udara mahkluk hidup akan hidup.

2. Analogi
Cara penarikan penalaran dengan membandingkan dua hal yang mempunyai sifat yang sama.
Contoh analogi :
Nina adalah lulusan Akademi Amanah.
Nina dapat menjalankan tugasnya dengan baik.
Ali adalah lulusan Akademi Amanah.
Oleh Sebab itu, Ali dapat menjalankan tugasnya dengan baik
3. Hubungan Kausal
Penalaran yang diperoleh dari gejala-gejala yang saling berhubungan.
Macam hubungan kausal :
a. Sebab- akibat.
Hujan turun di daerah itu mengakibatkan timbulnya banjir.
b. Akibat – Sebab.
Andika tidak lulus dalam ujian kali ini disebabkan dia tidak belajar dengan baik.
c. Akibat – Akibat.
Ibu mendapatkan jalanan di depan rumah becek, sehingga ibu beranggapan jemuran di rumah basah.
B. Penalaran Deduktif,
Penalaran deduktif yaitu adalah cara berpikir dengan berdasarkan suatu pernyataan dasar untuk menarik kesimpulan.

Macam-Macam Silogisme di dalam Penalaran Deduktif:
Di dalam penalaran deduktif terdapat entimen macam silogisme, yaitu silogisme kategorial, silogisme hipotesis, silogisme alternatif dan silogisme entimen.
1. Silogisme Kategorial
Silogisme kategorial disusun berdasarkan klasifikasi premis dan kesimpulan yang kategoris. Premis yang mengandung predikat dalam kesimpulan disebut premis mayor, sedangkan premis yang mengandung subjek dalam kesimpulan disebut premis minor.
Silogisme kategorial terjadi dari tiga proposisi, yaitu:
Premis umum : Premis Mayor (My)
Premis khusus remis Minor (Mn)
Premis simpulan : Premis Kesimpulan (K)
Dalam simpulan terdapat subjek dan predikat. Subjek simpulan disebut term mayor, dan
predikat simpulan disebut term minor.
Contoh:
Contoh silogisme Kategorial:
My : Semua mahasiswa adalah lulusan SLTA
Mn : Badu adalah mahasiswa
K : Badu lulusan SLTA

2. Silogisme Hipotesis
Silogisme yang terdiri atas premis mayor yang berproposisi konditional hipotesis.
Konditional hipotesis yaitu, bila premis minornya membenarkan anteseden, simpulannya membenarkan konsekuen. Bila minornya menolak anteseden, simpulannya juga menolak konsekuen.
Contoh :
My : Jika tidak ada air, manusia akan kehausan.
Mn : Air tidak ada.
K : Jadi, Manusia akan kehausan.
3. Silogisme Alternatif
Silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif.
Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Simpulannya akan menolak alternatif yang lain.
Contoh :
My : Nenek Sumi berada di Bandung atau Bogor.
Mn : Nenek Sumi berada di Bandung.
K : Jadi, Nenek Sumi tidak berada di Bogor.

Silogisme Kategorial


Silogisme kategorial disusun berdasarkan klasifikasi premis dan kesimpulan yang kategoris. Premis yang mengandung predikat dalam kesimpulan disebut premis mayor, sedangkan premis yang mengandung subjek dalam kesimpulan disebut premis minor.
Silogisme kategorial terjadi dari tiga proposisi, yaitu:
Premis umum : Premis Mayor (My)
Premis khusus remis Minor (Mn)
Premis simpulan : Premis Kesimpulan (K)
Dalam simpulan terdapat subjek dan predikat. Subjek simpulan disebut term mayor, dan
predikat simpulan disebut term minor.
Contoh:
Contoh silogisme Kategorial:
My : Semua mahasiswa adalah lulusan SLTA
Mn : Badu adalah mahasiswa
K : Badu lulusan SLTA

2. Silogisme Hipotesis
Silogisme yang terdiri atas premis mayor yang berproposisi konditional hipotesis.
Konditional hipotesis yaitu, bila premis minornya membenarkan anteseden, simpulannya membenarkan konsekuen. Bila minornya menolak anteseden, simpulannya juga menolak konsekuen.
Contoh :
My : Jika tidak ada air, manusia akan kehausan.
Mn : Air tidak ada.
K : Jadi, Manusia akan kehausan.
3. Silogisme Alternatif
Silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif.
Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Simpulannya akan menolak alternatif yang lain.
Contoh :
My : Nenek Sumi berada di Bandung atau Bogor.
Mn : Nenek Sumi berada di Bandung.
K : Jadi, Nenek Sumi tidak berada di Bogor.